Maryani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Perjalananku Bersama Skb Lebong

Menjadi guru di pendidikan nonformal tidak aku bayangkan selama ini. Awalnya aku juga berprofesi sebagai guru formal di sebuah Sekolah Dasar. Seiring waktu aku hijrah ke SKB pada awal Februari 2006. Dalam pembagian tugas di SKB aku mendapat bagian mengajar PAUD.

Awalnya aku canggung untuk mengajar anak-anak PAUD, karena cara mengajarnya sangat berbeda. Selama menjadi guru formal, aku mengajar anak-anak yang sudah mengerti huruf dan angaka. Sedangkan mengajar di PAUD aku menghadapi anak-anak yang masih polos, lugu, dan kalau kita salah mendidiknya akan berakibat fatal.

Namun demikian lambat laun aku dipanggil ke tingkat provinsi untuk mengikuti berbagai diklat tentang PAUD. Ini aku lakukan sampai tahun 2010. Ada pengalaman unik waktu mengajar di Paud, ketika salah satu murid bernama Abel, super aktif kelakuannya. Bayangkan, semua temannya digigit, ada mainan dirusak, suka diam-diam mencubit temannya. Ternyata setelah dilakukan observasi ke rumah Abel, sehari-hari ia dikurung oleh orang tuanya dalam sebuah kotak. Lalu aku membimbing Abel, memperhatikannya lebih khusus. Kupilih dia sebagai ketua kelas, menyiapkan barisan, juga memimpin doa, dan kuberi pujian atas apa yang sudah berhasil dilakukannya. Ahirnya aku berhasil mendidik Abel menjadi anak sopan dan bertanggung jawab. Waktu Abel sudah bersekolah SD kls IV, ia dikhitan. Abel diantar ayahnya ke rumahku mengantarkan undangan untuk acara khitannya. “Ibu, harus datang ya,” katanya. Betapa bahagianya aku bisa berbuat sesuatu untuk anak bangsa.

Selanjutnya aku ditugaskan di program kejar paket A dan Keaksaraan Fungsional Dasar. Bertambah lagi pengalamanku untuk menekuni program ini. Aku mengajar dengan jemput bola ,mendatangi kades –kades mintak data anak yang putus sekolah,akan tetapi tdk cukup dengan kades saja,aku menyusuri ke desa-desa supaya mendapatkan datayang valid ,ternyatamemang benar masih banyak ibu-ibu muda yang buta huruf dan putus sekolah di sd. Melalui pendekatan akhirnyamereka mau diajakuntuk sekolah lagi,yang warga kf pembelajarannya aku lakukan di rumah kades dan balai desa.sedangkan yang paket A belajarnya di sekolah sd terdekat di mana wb yang terbayak.ini sayalakukan sampai th 2014. Pada tgl 24 oktober 2014 aku hijrah lagi menjadi ka skb lebong.setelah melaksanakan tugas sebagai kepala skb ,aku selalu koordinasi dengan Dikbud bagai mana caranya agar skb bisa punyagedung sendiri,sdh beberapa kali mengajukan tapi belum terelisasi,ternyata pemerintah daerah kurang peduli dengan keberadaan skb , nah disini aku ditantang bagai mana skb harus punya gedung sendidri,demikian juga dengan peraturan terbaru bahwa skb harus berubah menjadi satuan pendidikan ,skb mulai membuat permohonan ke dikbud untukmengajukan peruban status skb .ahirnya resmilah dibulan agustus 2016 skb sudah menjadi satuan pendidikan. Walaupun aku sudah jadi kepala aku tetap kalau ke desa melakukan pendataan anak yang putus sekolah, selanjutnya aku mengajukan proposal untuk mintak dibangun gedung klas pembelajaran paket,dengan berbagai cara aku lakukan untuk mendapatkan gedung baru ,sampai saya sendiri yang mengantarkan proposal tersebut kejakarta dengan modal nekad dan biaya pribadi dengan harapan mendapatkan gedung baru.alhamduliila walapun tidak dapat gedung baru,tapi rehab yang kami dapatkan,untuk kegiatan th 2017.di awal 2018 kami sdh pindah di gedung yang di rehab,dengan luas lahan 1ha.yang terletak di desa gunung alam kecamatan pelabai kabupaten lebong propinsi bengkulu.alhamduliilah walaupun skb kami di pelosok desa,tapi kami tetap semangat untuk ikut mensukseskan pendidikan dibidang nonformal,harapan kami ke depannya skb lebong bisa maju bersama seiringnya waktu berjalan.semua itu tidakterlepas dari pihak pemerintah daerah dan pusat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali